SKOR News, Polman - Ratusan Miliar APBN yang merupakan program Aspirasi Anggota DPR-RI untuk revitalisasi sekolah, diduga kembali jadi lahan "bancakan" oleh oknum pejabat dan mencari keuntungan kelompok tertentu di Kab. Polewali Mandar, Prov. Sulawesi Barat.
Kegiatan tersebut, seharusnya dilaksanakan dengan metode PBJ, Swakelola. Bukan, melalui Penyedia (pihak ketiga/kontraktor).
Sumber skornews mengatakan, program itu dibagi dalam Dua Kubu. Yang dikoordinir, "M" alias "U" sebanyak 30 paket (sekolah). Dan diatur, "R" sebanyak 20 paket pekerjaan.
Setiap kubu, mengatur sejumlah rekanan untuk melaksanakan pekerjaan yang dibadrol pagu, lebih Rp 1 Miliar/paket (sekolah).
Gesekan kepentingan pelaksana pekerjaan, kemudian terjadi. Karena, salah satu kontraktor yang juga menghadiri pertemuan "pengaturan" pada Bulan Januari lalu (pasca libur nasional tahun baru, 2026), tidak mendapatkan satu pun paket pekerjaan.
Kepala SMPN 1 dan SMPN 2 Polewali yang dikonfirmasi skornews mengakui, pekerjaan dilaksanakan dengan metode SWAKELOLA. Sesuai, petunjuk teknis kegiatan.
"Iye, ini swakelola dengan kami terbitkannya SK P2SP," terang Kepala SMPN 2 kepada skornews, (16/5).

Penelusuran skornews, SK P2SP pembangunan revitalisasi SMPN 2 tidak melibatkan Ketua Komite dalam struktur kepanitiaan pembangunan dan menempatkan pihak dari luar sekolah, sebagai Ketua P2SP.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Polewali, tidak menanggapi permintaan konfirmasi skornews. Pelaksanaan pelerjaan revitalisasi SMPN 1, akan ditayangkan skornews secara eksclusif pada Senin mendatang.
Anggota Komisi X DPR-RI, Dapil Sulawesi Barat, Ratih Megasari Singkarru juga belum menanggapi konfirmasi skornews. *Awi
Next... Nantikan
Siapa Ketua P2SP SMPN 2 dan siapa saja kontraktor pelaksana pekerjaan yang telah "dikondisikan" di 50 sekolah?