SKOR News, Sulbar - Suhu politik di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), mulai memanas. Menyusul, buntunya kesepakatan internal koalisi. Terkait usulan nama Calon Wakil Gubernur Pengganti Antar Waktu (Cawagub PAW).
Ketegangan memuncak, setelah Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem (seolah) menabuh genderang perlawanan dengan menggelar konferensi pers, (23/8, malam). Terkait, alasan NasDem Walk Out dari rapat koalisi, (21/8).
Skornews mencatat secara berimbang, sejumlah suara kritik di ruang publik, khusunya Sulawesi Barat:
Kritik ke Koalisi Sulbar Maju Sehatera yang dikomandoi DPD Demokrat
Rapat koalisi, harusnya berlangsung dengan cara musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama Tiga partai pengusung. Tanpa, "skenario" pengarahan voting dengan memberikan "keistimewaan" partai pendukung non parlemen mengusulkan calon Wagub PAW dan ikut menentukan 2 Nama.
Saat Nasdem Walk Out, rapat koalisi harusnya ditunda. Lalu, membangun komunikasi intensif dengan Partai NasDem. Untuk, menjawab persoalan substansi yang dikritik. Yakni, Partai pendukung tidak berhak mengusulkan Cawagub dan Calon Wagub harus mengantongi rekomendasi DPP Partai.
Setelah Tiga Partai Koalisi bersepakat, rapat dapat dijadwalkan ulang.
Kritik ke Partai NasDem
DPW Sulawesi Barat
Banyak pihak menyayangkan, NasDem baru memutuskan mengusulkan Ibu Fatmawati Salim menjelang digelarnya rapat koalisi penetapan cawagub PAW.
Hal itu dinilai, keputusan diambil setelah Dirga yang awalnya digadang jadi Cawagub. Pada akhirnya, mengetahui tidak akan mampu memenangkan suara mayoritas anggota DPRD.
Atau bisa juga, NasDem telah memprediksi arah rapat koalisi. Sehingga, sengaja mendorong Ibu Fatmawati agar memperoleh simpatik dan sokongan elektoral dari loyalis massa, mendiang Jendral Salim S Mengga. Dengan "membenturkan" koalisi dengan simpatisan JSM.
Sejumlah tokoh juga menyayangkan, Istri alm. Jendral Salim Mengga terus "didorong-dorong" ke dalam kancah politik. Sebaiknya, beliau menikmati masa pensiun dengan tenang tanpa hiruk-pikuk persoalan politik.

Mari jadikan keluaga dari tokoh panutan dan orang tua kita, Jendral Salim Mengga (alm.), menjadi tempat datang bercerita (tentang hal baik) oleh semua pihak.***