SKOR News, Polman||Sulbar - Pengadaan seragam linmas yang kini menjerat mantan Penjabat (Pj.) Bupati Polewali Mandar, Ilham Borahima seharusnya bisa diselesaikan dengan baik. Namun, butuh kebijakan dan keputusan politik Bupati dan DPRD Polman untuk dicarikan solusinya.
Sebelum serahterima Seragam Linmas pada Pilpres/Pileg, Februari 2024 lalu, Pj. Bupati (saat itu) Ilham Borahima kepada skornews mengatakan, pengadaan seragam untuk tenaga Pengamanan TPS ini adalah bentuk kebanggaan kita. Karena, Polman satu-satunya Kabupaten di Prov. Sulawesi Barat yang melaksanakan pengadaan.
Ilham Borahima dalam mengambil kebijakan (diskresi) memang dilaksanakan tanpa melalui proses Pengadaan Barang dan Jasa serta ketersediaan anggaran dalam APBD. Tapi, diyakini tidak ada niat jahat (Mensrea). Justru, berniat baik untuk memfasilitasi seragam tim pengamanan Pemilihan Umum.
Aktivis senior, Hapsir Miluh mengatakan. Karena barangnya ada (seragam linmas) dan mengingat jasa-jasa Ilham Borahima selama menjabat. Maka sebaiknya, Pemda Polman berbesar hati membahas dengan DPRD dan meminta petunjuk Auditor (BPK), kemudian mengundang Penyedia Barang untuk dicarikan solusi.
Menurut Hapsir, jika telah disepakti bersama. Maka, Kerugian Penyedia bisa dibayarkan dan dianggarkan pada Tahun Anggaran yang akan datang. Toh, seragamnya masih ada dan bisa digunakan serta dimanfaatkan pada momentum yang akan datang.
"Masalah ini membutuhkan kemauan dan keputusan politik Bupati dan DPRD Polman saja," tutur Asri (19/1). *Awi