11 Ags 2026 | Dilihat: 422 Kali

Cawe-Cawe SDK Dan Molornya Rapat Koalisi, Sinyal Akan Berujung Voting?

noeh21
Gambar illustrasi
      

SKOR News, Sulawesi Barat - Lambatnya koalisi partai pengusung SDK-JSM menentukan Dua Nama, Calon Wakil Gubernur Pengganti Antar Waktu (Calon Wagub PAW) Prov. Sulawesi Barat, mulai diprediksi sejumlah pengamat politik dan pakar komunikasi publik. 

 

Skornews mencoba melakukan talk experiment dan meminta pendapat pakar, terkait molornya pelaksanaan rapat koalisi yang dimotori Partai Demokrat Sulbar dengan beberapa kemungkinan, yakni:

 

Gubernur, tidak akan CAWE-CAWE. Tapi, Ketua DPD Demokrat Sulbar tentu harus CAWE-CAWE

 

Diprediksi, Demokrat Sulbar akan berusaha memperjuangkan kadernya menjadi Wakil Gubernur dengan formasi menyandingkan duet kepemimpinan Prov. Sulbar, Demokrat-Demokrat.

 

Pernyataan tidak konsisten sosok SDK terkait "cawe-cawe" (ikut campur), dimungkinkan berangkat dari perubahan rasa optimis menjadi pesimis, setelah membaca peta dukungan 45 Anggota DPRD. Bahwa, Cawagub dari Partai Nasdem sulit dikalahkan.

 

Hal tersebut disampaikan Praktisi Hukum asal Sulbar di Makassar, yang juga aktif mengamati perkembangan politik di Sulbar, Sudirman Umar. Saat dihubungi skornews, (11/8). 

 

Menurutnya, tidak segeranya digelar rapat koalisi yang dipimpin Partai Demokrat. Padahal, sejumlah Parpol pengusung telah merekomendasikan kadernya. Dan, surat DPRD telah dikirim sekitar Dua Minggu lalu ke partai koalisi. Dapat diprediksi, Jika 45 Anggota DPRD hari ini melakukan pemilihan. Maka, kader Demokrat akan kalah perolehan suara.

 

Hal tersebut, dapat diprediksi dari perubahan komunikasi publik yang ditunjukkan SDK. Bahwa, diduga kursi kosong Wagub tidak akan dilepaskan ke partai lain.

 

Jika, prediksi ini benar. Maka, rapat koalisi akan berakhir voting dan kemungkinan terburukya, akan muncul nama lain sebagai Cawagub PAW selain Kader Demokrat dan Nasdem. Lalu, Cawagub dari Partai Nasdem akan tersingkir dari Dua Nama yang akan disodorkan ke DPRD.

 

Bagaimana seharusnya partai koalisi SDK-JSM bersikap. Mengingat dan menghargai perjuangan bersama, memenangkan Pigub dan sejumlah Pilkada Kabupaten di Sulbar?.

 

Idealnya, rapat koalisi memutuskan. membiarkan, usulan Nama Cawagub dari Partai NASDEM dan PKS berkompetisi di DPRD. Karena, Demokrat telah diwakili Gubernur dan Kursi Cawagub dibiarkan diisi dari salah satu partai pengusung lainnya. *Awi