SKOR News, Sulawesi Barat - Belanja persediaan APBD Prov. Sulbar, TA. 2025 untuk diserahkan kepada masyarakat, berupa pengadaan bibit kakao sambung pucuk pada Dinas Perkebunan Prov. Sulawesi Barat, dinilai menyimpang dari ketentuan yang berlaku. Baik pada tahap perencanaan, penyusunan HPS, pemilihan penyedia. Maupun, pengendalian kontrak oleh PPK.
Hal tersebut disampaikan BPK RI dalam LHPnya, atas LKPD Prov. Sulawesi Barat, TA. 2025.
Baca berita terkait sebelumnya, klik disini
Pengadaan Kakao sambung pucuk dilaksanakan CV Ayisando Utama berdasarkan kontrak Tertanggal, 26 Juni 2025. Dengan nilai kontrak Rp 27,9 Miliar, waktu pelaksanaan 180 hari kalender (26 Juni-22 Desember 2025). Kemudian, terjadi adendum Tanggal, 19 Desember 2025 yang mengalami perubahan nilai, menjadi Rp 24,9 Miliar.
Pekerjaan telah selesai dilaksanakan pada Tanggal, 31 Desember 2025. Melalui, serah terima hasil pekerjaan, Nomor 3802/92/BAST/2025.
Berikut, hasil pengujian Auditor BPK. Atas dokumen pengadaan, kontrak, dokumen pembayaran, wawancara penerima bibit, dan pengujian fisik pelaksanaan pengadaan bibit kakao sambung pucuk, yakni:
TAHAP PERENCANAAN
Perbandingan pada Tahun anggaran, 2024. Yakni, pengadaan yang sama. Tapi, terjadi perbedaan harga satuan. Sebesar Rp 12.500 per batang dengan volume pengadaan bibit kakao sambung pucuk sebanyak 6.400 batang.
Pada pengadaan yang sama Tahun anggaran, 2025. Harga satuan menjadi Rp 16.500 per batang, dan volume pengadaan sebanyak 1.704.539 batang.
Terjadi selisih peningkatan harga satuan sebesar Rp 4.000 per batang.
Diketahui, peningkatan volume pengadaan. Karena, program prioritas Gubenur Suhardi Duka, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
RKA disusun tidak berdasarkan CPCL atau proposal dari masyarakat. CPCL disesuikan (menyusul), setelah pagu (anggaran) pengadaan bibit kakao ditetapkan dalam RKA.
PEMERIKSAAN DOKUMEN HPS
PPK melakukan survey pada 13 Penyedia, baik secara daring (e-katalog). Maupun, datang langsung ke Penyedia.
PPK memperoleh harga, antara Rp 16.000-22.000. dengan nilai rata-rata sebesar Rp 17.495 per batang

HASIL KONFIRMASI AUDITOR KE PENYEDIA
Harga bibit pada penyedia sesuai e-katalog Tahun, 2025. Sesuai spesifikasi yang dibutuhkan, Yakni CV HpJ seharga Rp 12.500 dan CV WMC Rp 10.500 per batang. Kedua penyedia tersebut, dipastikan mampu memenuhi volume pengadaan Dinas Perkebunan sebesar Rp 1.704.539 bibit.
WAWANCARA AUDITOR DENGAN PPK
PPK mengaku diarahkan Pengguna Anggaran (PA) untuk melakukan survey ke penyedia CV Ayisando Utama. Namun, pernyataan PPK dibantah oleh PA yang mengatakan tidak pernah memberikan arahan kepada PPK.
HASIL PEMERIKASAAN
Pelaksana pekerjaan pengadaan bibit kakao sambung pucuk, yakni CV Ayisando Utama. Dalam realisasinya, ternyata didukung oleh produsen CV HpJ, CV WMC, CBLV CvL sebagai pemasok bibit ke CV Ayisando Utama.

Faktanya, CV Ayisando Utama bukan merupakan penangkar atau produsen bibit kakao.
Bahwa ternyata, Ketiga produsen yang memasok bibit ke pelaksana pengadaan CV Ayisando Utama. Memiliki, etalase sendiri pada e-katalog yang menawarkan bibit sesuai spesifikasi yang dibutuhkan
HASIL KONFIRMASI KE CV AYISANDO UTAMA
Penyedia menjual bibit kakao sambung pucuk di etalase e-katalognya seharga Rp 16.000 per batang, ternyata mengacu informasi yang ditayangkan pada rencana pengadaan (SIRUP) Dinas Perkebunan Prov. Sulawesi Barat
KEJANGGALAN
CV Ayisando Utama sebagai penyedia, ternyata memiliki usaga lain. Yakni, CV Arafah yang menjual bibit kakao sambung pucuk seharga Rp 13.500. Harga tersebut, bahkan belum negosiasi.
Baca berita terkait sebelumnya, klik disini
RIWAYAT NEGOSIASI HARGA TIDAK WAJAR ANTARA PPK DAN PENYEDIA
Tanggal, 25 Juni 2025
Tanggal, 26 Juni 2025
PELAKSANA PENGADAAN MENGALIHKAN PEKERJAAN KE PENYEDIA LAIN
Penyedia, CV Ayisando Utama tidak memiliki kapasitas sebagai produsen bibit dan seluruh kebutuhan pengadaan dipenuhi melalui pembelian dari pihak lain.
CV Ayisando Utama, tidak mempunyai tempat pembibitan dan penangkaran tanaman. Sehingga, untuk memenuhi kewajiban pada kontrak sejumlah 1.523.900 batang bibit, penyedia melakukan pembelian bibit kakao sambung pucuk kepada Empat penyedia/penangkar lainnya. *Red,Noeh
Next...
Nantikan berita penelusuran selanjutnya