SKOR News, Mamasa - Realisasi pekerjaan rehabilitasi sedang/berat sejumlah gedung Sekolah Dasar (SD) dan SMP pada Dinas Pendidikan, Kab. Mamasa. Diduga, rugikan keuangan daerah Ratusan Juta Rupiah, TA. 2025.
Informasi yang dihimpun skornews, pada pekerjaan Enam SD dan 2 SMP. pelaksana pekerjaan, Rekanan/Kontraktor. Pengawas pekerjaan, Konsultan. Dan pengendali kontrak, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Diduga sengaja, memanipulasi laporan progres pekerjaan untuk mengakali pencairan SP2D.
Progres fisik pekerjaan, faktanya masih berkisar 9-45%. Tapi, dilaporkan telah mencapai 65-95%. PPK yang menjabat Kabid Kebudayaan, tidak melakukan pengendalian kontrak. Sehingga, rekanan dalam melaksanakan pekerjaan, tidak berpedoman pada target schedule progres pekerjaan sesuai waktu pelaksanaan pekerjaan dalam kontrak.
Sumber skornews, mengatakan. Hingga berakhirnya waktu pekerjaan, rekanan belum menyelesaikan pekerjaan. PPK memberikan perpanjangan waktu pekerjaan, tapi rekanan juga tidak dapat menyelesaikan pekerjan. Hingga, diberikan sanksi pemutusan kontrak.
APBD Kab. Mamasa dirugikan lebih Rp 1 Miliar. Dari, kelebihan pembayaran akibat manipulasi laporan progres fisik yang berakibat cairnya SP2D. Serta, denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan yang belum dibayar oleh rekanan.
Berikut, daftar Sekolah SD dan SMP yang direhabilitasi dan tidak selesai:
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Bidang Kebudayaan yang menjabat PPK, tidak memeberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan. *Red