SKOR News, Polman - Sulitnya BBM jenis pertalite, dimanfaatkan pedagang eceran dengan menjual BBM Botolan seharga Rp 20 Ribu untuk isi setengah botol mineral 150 ml.
Antrian kendaraan di SPBU, mengular hingga Ratusan meter. Bahkan, saat stock BBM kosong dan masih menunggu pengiriman kuota dari Depo Pertamina.
Panjangnya antrian di SPBU dan tersedianya stok BBM di pedagang eceran, dimanfaatkan penjual botolan dengan menjual 1-3 botol yang ditampilkan di display jualannya. Padahal, stok BBMnya masih tersedia puluhan liter di dalam rumahnya.
Kepala Dinas Perdagangan, Kab. Polman, Agusnia Hasan Sulut yang dihubungi skornews. Mengaku resah dengan fenomena "langkanya" BBM, padahal suply dari Pertamina normal. Bahkan, SPBU Polman memperoleh tambahan kuota.
"Iya, pedagang eceran memanfaatkan situasi. Itu, sangat perlu ditindak. Tapi, kami tidak bisa bertindak sendiri. Karena, kewenangan penindakan ada di kepolisian," terang Kadis Perindag, (8/9).
Senada dengan pernyataan PPNS Satpol PP Kab. Polman, Yusuf. Menurutnya halnterbetu jelas melanggar. Tapi, saat ini belum terbentuk tim gabungan untuk melakukan penertiban.
Pedagang eceran yang menyimpan atau menimbun BBM dalam rumah tanpa menerapkan prosedur keamanan, rentan jadi penyebab terjadinya bencana kebakaran.
Fenomena kelangkaan BBM di Kab. Polman, saat ini menyebabkan panic buying di kalangan masyarakat.
Sumber skornews mengatakan, seharusnya Dinas Perindag segera berkoordinasi dengan Polres dan Satpol PP. Segera, melakukan penertiban dan mencari sumber masalah kelangkaan BBM yang menyebakan keresahan dan kepanikan masyarakat. *Awi