SKOR News, Polman - Telah terjadi ledakan gas metana di TPST Paku, Amola beberapa waktu lalu. Yang mengakibatkan, seorang pekerja mengalami luka dan dirawat di RSUD.
Kepala Dinas LHK, Syarifuddin kepada skornews mengatakan, sesuai laporan Kepala UPTD, tidak pernah terjadi ledakan di TPST.
"Saya sudah tanyakan ke kepala UPTD TPST, Ancu. Tidak benar, tidak pernah ada ledakan," kata Kadis LHK saat ditemui skornews, 2 hari pasca dilantik sebagai Kadis LHK.
Hasil penelusuran skornews, memastikan telah terjadi ledakan gas metana di lokasi TPST Amola dan mengakibatkan korban luka.
Ledakan terjadi akibat terjebaknya gas metana dalam tumpukan sampah di TPA. Diduga, telah terjadi kesalahan prosedur penanganan Sampah organik dan anorganik yang ditumpuk menjadi satu tanpa proses pemilahan dan pemisahan.
Pemerhati lingkungan dari Yarnati Bantar Gebang Jakarta, Arifiandi. Saat dihubungi skornews, mengatakan. Jika terjadi ledakan gas di gunungan sampah TPA. Dipastikan, penanganan masih menggunakan sistem open dumping tanpa proses pemadatan dan penutupan.
Diduga, tidak ada mitigasi bencana (ledakan, longsor, dll) dan tidak dilakukan sistem penangkapan gas serta pelepasan (penapasan) dari tumpukan lindi, gas metana dan CO2. Sehingga, terperangkap dalam tumpukan yang rawan meledak saat terkenas panas matahari.
"Diduga, yang ditumpuk di TPA bukan cuma residu, tapi seluruh jenis sampah yang seharusnya masih bisa didaur ulang. Singkatnya, sampah organik dan anorganik ditumpuk tampa proses pengolahan," terang yandi, (13/7).
Hal tersebut menguatkan dugaan, Puluhan miliar pengeluaran APBD untuk pengadaan dan pembangunan sarana dan prasarana pengelolaan sampah di TPST Amola pada Tahun, 2025. Realisasinya, tidak sesuai perencanaan.
Satu dari Dua Incenerator (baru) hasil pengadaan seharga Rp 10 Miliar dikabarkan tidak dapat berfungsi dengan baik. *Awi
Next...
Nantikan berita penelusuran skornews