Puisi Seorang Kakak:
"Amor Fati" Antara Promosi Dan Demosi
Oleh: Abdul Watif Waris
SAYA adalah kakak sepupu Syamsul Samad, dan sungguh tak ada orang yang lebih menyayangi perjalanan politiknya, daripada saya. Di setiap langkah yang ia pijak, doa saya selalu menyertainya. Agar Ia tumbuh, dihormati dan membawa manfaat sejati bagi tanah kelahirannya.
Ia kini telah menerima rekomendasi dari Suhardi Duka selaku Ketua Demokrat Sulbar, diperkuat dengan penetapan DPP Demokrat. Banyak yang melihat itu, sebagai kemenangan. Dan memang, di permukaan tampak demikian.
Namun, saya membacanya melalui Jendela Johari. Membedakan apa yang terlihat semua, apa yang diketahui sebagian, dan apa yang tersembunyi di balik kata-kata.
Saya membaca kata di antara kata, kata di atas kata, kata di balik kata, menyimak apa yang tersirat di balik lembar rekomendasi itu.
Banyak yang melihatnya, bisa-bisa tidak. Dan justru, di ruang "bisa tidak" itulah yang tak dilihat banyak orang. Apa yang tampak sebagai dukungan, bisa pula bermakna lain. Beban yang dibebankan, bukan pijakan yang dikuatkan.
Izinkan saya menyampaikan satu hal, yang lahir dari kasih sayang keluarga:
Mundur selangkah untuk seribu langkah berikutnya, adalah kehormatan.
Namun, garis antara kehormatan dan kepayahan itu sungguh tipis, sangat tipis. Semuanya, tergantung pada bagaimana dan kapan melangkahnya.
Menarik diri, demi menjaga martabat dan mematuhi aturan, itu kemuliaan. Terus melangkah di jalur yang belum tegak lurus, itu justru yang kelak bisa memudarkan nama baik.
Bagi saya, siapa pun yang duduk di kursi Wagub, tak ada masalah. Yang saya perjuangkan, hanyalah satu hal. Proses PAW, harus sesuai undang-undang. Pasal 176 UU No. 10/2016 tegas, kesepakatan bersama seluruh partai pengusung. Bukan, penetapan satu pihak.
Apakah pencalonan ini, kelak tercatat sebagai Promosi yang memuliakan. Atau justru, Demosi yang tak disadari. Banyak yang melihatnya berbeda, itu wajar. Namun, waktu yang akan menjadi saksi.
Saya, tidak menentang siapa. Saya hanya berharap, pilihlah langkah yang kelak membuat nama tetap terhormat di mata hukum, di mata rakyat, dan di mata sejarah.
Pambusuang,
27 September 2026