10 Okt 2026 | Dilihat: 187 Kali

Rekanan Belum Bayar Pajak MBLB, BAPENDA Surati BWS Sulawesi V

noeh21
Gambar Illustrasi
      

SKOR News, Polman - Kontraktor Proyek Balai Sungai Mapilli, PT Tunas Teknik Sejati mendatangi Bandan Pendapatan Daerah, Kab. Polewali Mandar, (7/10) untuk menanyakan jumlah pajak MBLB yang harus dibayar, dari volume Ribuan Kubik Batu Gajah yang digunakan di proyek bernilai Rp 13,5 Miliar itu.

 

Ditanyakan terkait hal tersebut, pihak BAPENDA belum dapat menghitung total pajak MBLB yang harus dibayarkan. Karena, pihak rekanan belum menunjukkan RAB yang menjadi dasar perhitungannya.

 

Sebelumnya, BAPENDA Kab. Polewali Mandar telah mengirimkan surat resmi kepada PPK BWS Sulawesi-V di Mamuju. Agar, tidak memproses pencairan pembayaraan 100% proyek balai Sungai Mapilli. Jika, pajak MBLB nya belum dibayarkan ke Kab. Polewali Mandar.


Terpisah, rekanan proyek menggunakan material Batu Gajah dari tambang ilegal pada pekerjaan Perkuatan Tebing Sungai Mapilli yang anggarannnya bersumber dari APBN, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi-V, Kementerian PUPR di Mamuju, Prov. Sulawesi Barat. Didesak, untuk menolak hasil pekerjaan yang dilaksanalan kontraktor, PT Tunas Teknik Sejati.

 

Hal tersebut, diungkapkan sejumlah aktivis dari NGO GEBRAK dan LGAP. Menurutnya, pekerjaan proyek yang dibiayai uang negara. Dilarang menggunakan material dari usaha tambang Ilegal. Karena, melanggar ketentuan dalam Peraturan LKPP, Pertek Kementerian PUPR, serta UU Minerba. 

 

Diketahui, Proyek Balai Sungai Mapilli. Menggunakan material Ribuan Kubik Batu Gajah ilegal dari tambang tak berizin di Buttulamba milik EJ. Serta, material dari tambang tanpa dokumen RKAB dari CV Karya Buttu Palungan di Beroangin milik Anggota DPRD Prov. Sulbar.

 

Komisi III DPRD Sulbar, juga telah melaksanakan kunjungan pengawasan di lokasi pekerjaan Sungai Mapilli, bersama pihak BWS dan Dinas PUPR Prov. Sulawesi Barat. Namun, Hearing yang dijanjikan Ketua Komisi III sebagai tindaklanjut kunjungan. Hingga  berkahirnya pekerjaan, belum juga dilaksanakan.

 

Ketua Komisi III, H. Usman Suhuriah tidak lagi memberikan tanggapan saat dikonfirmasi. Padahal, sebelumnya aktif menghubungi skornews dan meminta informasi hasil pulbaket investigasi untuk tambahan materi hearing.

 

Sejumlah Aktivis menduga, Komisi III terbuai angin sepoi Sungai Mapilli dan mengalami "masuk angin". *red-noeh