SKOR News, Sulbar - Kunjungan pengawasan Ketua Komisi III DPRD Prov. Sulawesi Barat, Usman Suhuriah bersama rombongan. Meninjau, pelaksanaan pekerjaan Perkeuatan Tebing Sungai Mapilli, BWS Sulawesi V-Mamuju. Hingga kini, tidak jelas tindaklanjutnya.
Pasca kunjungan, Usman Suhuriah sesumbar akan segera menggelar hearing bersama BWS Sulawesi V, Kontraktor pelaksana pekerjaan dan perwakilan masyarakat serta aktivis. Sebagai tindaklanjut, kunjungan pengawasan yang dilakukan pada 24 Agustus lalu. Melaksanakan aspirasi, atas sejumlah persoalan yang disoroti masyarakat.

Dikonfirmasi terkait hearing yang tak kunjung dilaksanakan, Ketua Komisi III memberikan jawaban yang tidak populer, keluar dari Kantor Legislatif. Yang biasanya garang, dengan segala predikatnya yang terhormat. Berubah melempem, tidak memiliki power.
"Sudah dijadwalkan minggu lalu, tapi belum dipastikan yang bisa hadir dari pimpinan Balai. Kita tunggu, sampai pasti pimpinannya bisa hadir," kata Usman Suhuriah kepada skornews, (15/9) lalu.
Jawaban Ketua Komisi III itu, sontak menimbulkan reaksi dari Ketua LSM GEBRAK dan LGAP. Aktivis menilai, jawaban itu tidak populer keluar kantor DPRD dengan segala powerfull yang melekat.
Ketua Komisi III juga sudah meminta sejumlah masukan dan informasi dari pulbaket skornews, sebagai tambahan materi saat hearing digelar.
Berbagai dugaan, muncul. Mungkin ada intervensi atau bisa juga terjadi negosiasi dengan Komisi III. Agar, hearing tidak usah dilaksanakan.
LGAP kemudian mengambil inisiatif, membuat laporan resmi ke BWS Sulawesi V-Mamuju. Agar, tidak melakukan pencairan pembayaran hasil pekerjaan, sampai ada kejelasan atas laporannya yang juga akan disampaikan ke APH.
Ketua GEBRAK Sulbar juga angkat suara, Idham Nuzul Ibrahim mengatakan akan menggelar demonstrasi besar-besaran di BWS dan DPRD dalam waktu dekat. *Red-noeh