SKOR News, Sulawesi Barat - Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Barat diatas rata-rata nasional pada Tri Wulan IV tahun 2025 sebesar 6,55% (y on y) karena ditopang peningkatan produktivitas sektor pertanian dan perkebunan sehingga nilai ekspor meningkat, terutama Kelapa Sawit. Serta, meningkatnya konsumsi rumah tangga.
Selain itu, perbaikan dan pembangunan infrastruktur terutama jalan, menjadi faktor penunjang geliat ekonomi bertumbuh. Karena, jalan adalah alur distribusi utama pergerakan ekonomi, terutama pada daerah-daerah yang jaraknya jauh dari perkotaan.
Pemerhati ekonomi, Nurfaisah mengatakan. Jika meningkatnya produktivitas perkebunan sebagai salah satu faktor pertumbuhan ekonomi, jika dihubungkan dengan intervensi kebijakan pemerintah, tentu sangat berperan penting. Terutama, intervensi kebijakan pada Dua Tahun sebelumnya, yang kemudian dirasakan hasilnya pada tahun berjalan.
"Contoh pertumbuhan ekonomi Tahun, 2025 karena meningkatnya produktifitas hasil perkebunan. Maka, intervensi kebijakan pemerintah tahun 2023 dan 2024 sangat berperan penting. Sementara, intervensi kebijakan pemerintah di tahun berjalan (2025) lebih ke stimulus ekonomi dan bantuan sosial langsung ke masyarakat," tutur Nurfaisah, (1/4).
Penelusuran skornews, Pj. Gubernur Sulbar, Prof. Zudan Arif Fakhrulloh (Mei 2023-Mei 2024). Selama masa jabatannya telah melakukan sejumlah intervensi kebijakan yang fokus pada penguatan sektor perkebunan, khususnya komoditas unggulan kakao, kopi, dan kelapa sawit, sebagai pilar pertumbuhan ekonomi daerah.
Berikut adalah intervensi kebijakan perkebunan yang dilakukan Prof. Zudan
Peremajaan Tanaman Kakao:
Melakukan intensifikasi penggantian tanaman tua dengan tanaman baru serta penambahan luas lahan.
Peremajaan Kelapa Sawit
Menggunakan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit sebesar Rp 41,5 miliar untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung peremajaan sawit (replanting).
Penyediaan Bibit Unggul dari Kementan
Menjelang akhir masa jabatannya, Prof. Zudan berhasil mengupayakan bantuan besar dari Kementerian Pertanian RI, yang meliputi bibit kopi (600 ha), bibit kelapa (300 ha), bibit kakao (500 ha), serta bantuan Alsintan (Traktor) untuk mendukung produksi perkebunan.
Pembangunan Kebun Induk Perkebunan
Melakukan pembangunan Kebun Induk Perkebunan seluas 35 hektar di Desa Batu Panga, Polewali Mandar, sebagai pusat pengembangan bibit unggul.
Optimalisasi Pupuk Organik dan Branding
Mendorong penggunaan pupuk organik hayati untuk memulihkan kondisi tanah kebun kakao yang rusak akibat pupuk kimia.
Meminta agar produksi pertanian dan perkebunan didukung dengan branding dan pemasaran yang masif untuk meningkatkan nilai jual, bukan hanya sekadar menjual bahan mentah.
Prestasi Utama Prof. Zudan pada sektor perkebunan dan pertanian
Intervensi tersebut membuat Prof. Zudan diakui secara nasional dalam pembangunan sektor perkebunan, terbukti dengan diterimanya bantuan signifikan dari Kementerian Pertanian untuk pengembangan komoditas perkebunan di Sulbar.
Prof. Zudan di masa jabatannya sebaga Pj. Gubernur Sulbar, mambangun puluhan km infrastruktur jalan penghubung Kab. Mamasa-Kab. Mamuju yang menjadi Ibu Kota Provinsi Sulawesi Batrat.
Pj. Gubernur Bachtiar (2024) juga lebih banyak melakukan intervensi kebijakan ke Sektor pertanian dan perkebunan, tentu juga memiliki peran terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi di Tahun 2025.
Jadi, ekonomi bertumbuh itu jelas bukan peran tunggal Gubernur Suhardi Duka yang baru menjabat awal Tahun, 2025. Selain itu, meningkatnya angka garis kemiskinan Sulbar di akhir tahun, 2025 perlu menjadi perhatian serius pemerintahan SDK saat ini. *Awi