SKOR News, Sulawesi Barat - Kunjungan pengawasan Komisi III DPRD Sulbar (24/8), memantau pelaksanaan pekerjaan Perkuatan Tebing Sungai Mapilli di Kab. Polewali Mandar yang bersumber dari BWS Sulawesi-V Kementerian PUPR, Mamuju. Hingga kini, belum juga ada tindak lanjutnya.
Ketua Komisi III, Usman Suhuriah. Diduga sejumlah aktivis, telah "masuk angin" (kolusi, red). Pasalnya, polemik realisasi progres pekerjaan telah viral menjadi perbincangan publik. Terkait, penggunaan material batu gajah dari sumber tambang ilegal. Yang berpotensi, realisasi pekerjaan tidak sesuai spesifikasi. Baik teknis, maupun mutunya.
Pasca kunjungan, Usman Suhuriah meminta informasi dan masukan dari skornews terkait sejumlah permasalahan yang selama ini disoroti dalam pemberitaan. Sebagai, tambahan materi yang akan diungkap dalam Hearing (RDP) yang akan digelar Komisi III dan akan mengundang pihak BWS Sulawesi-V Mamuju, Kontraktor pelaksana pekerjaan, aktivis dan masyarakat.
Informasi dari Pulbaket skornews, telah dikirimkan. Namun, hingga pekerjaan akan berakhir (akhir September). Hearing belum juga dilaksanakan.
Skornews telah menghubungi Ketua Komisi III, menanyakan kapan hearing digelar. Usman Suhuriah menjawab enteng, batal digelar karena pejabat terkait BWS sedang sibuk, tidak punya waktu menghadiri hearing. Kita tunggu, sampai mereka ada waktu.
"Hearing sudah pernah dijadwalkan, tapi pimpinan Balai tidak bisa hadir. Kita tunggu, sampai pimpinan balai bisa hadir," kata Usman Suhuriah, seminggu setelah kunjungannya di proyek Balai Sungai Mapilli.
Hingga Satu Bulan berjalan, Hearing belum juga dilaksanakan. Ketua Komisi III, Usman Suhuriah mendadak "pepe" (no komen, red) saat ditanyakan kembali, kapan hearing dilaksanakan dan sampai kapan pimpinan BWS tidak punya waktu hadiri undangan hearing DPRD.
Sejumlah aktivis menyimpulkan, hasil kunjungan Komisi III DPRD Sulbar itu. Tidak usah lagi diharapkan, tindak lanjutnya.
"Tidak ada hasil kunjungan, selain sisa biaya perjalanan dinas," ketus sejumlah aktivis yang aktif menyoroti penggunaan material ilegal pada pekerjaan BWS di Sungai Mapilli, (27/9). *Red-noeh